fbpx
10-13 OCTOBER 2019
PLAZA INDONESIA

Acne Prone Skin Dos and Don’ts

Having an acne prone skin memang seringkali menyebalkan karena we are limited into a certain restrictive lifestyle dan tentunya skincare pun jadi ikutan milih-milih. Unfortunately, masih banyak orang yang nggak tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pemilik kulit jenis ini. So, here are the dos and don’ts for all of you who have acne prone skin.

  1. Don’t pick your skin
    Simple yet often dismissed; orang seringkali pegang-pegang muka atau pencet-pencet jerawat sembarangan. Selain tangan yang kotor bisa membuat wajah menjadi lebih kotor dan terpapar bakteri, proses ini bisa membuat infeksi dalam kulit melebar dan meningkatkan peluang jerawatnya meninggalkan bekas bopeng. Salah satu tips untuk mengurangi kebiasaan ini adalah dengan mengurangi frekuensimu bercermin. Bercerminlah hanya saat dibutuhkan misalnya saat menggunakan atau touch up make-up, rambut, atau saat pakai skincare.
  2. Don’t wait until it solves by itself
    Banyak orang di luar sana yang menyepelekan jerawat dan beranggapan kalau jerawat akan menghilang dengan sendiri setelah puber atau akan lebih cepat membaik kalau dibiarkan tanpa bantuan skincare. Guess what?! They are wrong. Peluang jerawat sembuh dengan sendirinya itu tidaklah besar, dan jerawat yang tidak dirawat bisa meninggalkan bekas bopeng permanen pada kulit.
  3. Don’t stop the skincare when your skin clears up
    Another silly misconception, orang mengira kalau sekali kulit sembuh dari jerawat maka mereka akan sembuh selamanya. WRONG! Acne prone skin merupakan jenis kulit dan hal ini tidak bisa diubah permanen. You only can control it sehingga dia nggak mudah berjerawat lagi. Menghentikan skincare (kecuali diperintahkan demikian) is an open invitation for your acne to come back.
  4. Find the right skincare routine
    Mencari skincare yang cocok untuk kulit acne prone memang bukan tugas yang mudah. Memaksakan skincare routine orang lain pada kulitmu padahal nggak cocok tidak akan memberikan manfaat. Please make sure that you find the right skincare regime that works on your skin dan beri waktu minimal sebulan untuk melihat kinerja produk (kecuali saat produk tersebut justru menyebabkan breakout).
  5. Do find your triggers
    Satu lagi hal simple yang sering kali disepelekan: know your triggers. Walaupun produk susu sapi dan gula dalam jumlah banyak bisa memicu jerawat, tidak semua orang akan mengalami reaksi yang sama. Cari tahu makanan dan kebiasaan apa yang bisa menyebabkan jerawat pada dirimu (e.g. makan kacang dan begadang). Hal ini akan sangat membantu untuk pinpoint kalau seandainya kamu tiba-tiba mengalami breakout.
  6. Visit your dermatologist when the problem persists
    Ketika kamu merasa jerawatmu sudah terlalu parah dan nggak pernah beres setelah sekian tahun, ada baiknya kamu pergi mencari bantuan profesional dari dermatologist. Usually they will help you find the reason why your skin behaves like that.

Semoga 6 tips di atas bisa membantu kalian yang sedang bermasalah dengan jerawat, ya. Please remember one thing; no matter how bad your skin looks right now, you are soooo much bigger than just your skin. Don’t let acne hold you back!


1,336 Comments

You must be logged in to leave a comment. Click here to login.