fbpx
10-13 OCTOBER 2019
PLAZA INDONESIA

Keputihan

Keputihan (vaginal discharge) adalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari vagina. Normalnya, keputihan adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ seksual perempuan. Jika terjadi kelainan atau infeksi, maka keputihan menjadi tidak normal dan perlu segera ditangani.

Perbedaan antara keputihan normal dengan keputihan yang tidak normal ada pada perbedaan warna, tekstur, serta bau. Jadi penting sekali bagi perempuan untuk mengenali ciri-ciri vaginal discharge yang normal, sehingga perubahan lekas dideteksi. Berikut adalah contoh gejala-gejala yang perlu diperhatikan.

 

Normal Tidak Normal
Tidak berwarna (transparan) atau berwarna putih Berwarna putih, kekuningan, kehijauan atau kelabu
Tekstur bervariasi Tekstur bervariasi, namun berbeda dari biasanya
Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat Berbau menyengat atau berbau tak sedap

 

Keputihan yang abnormal dapat disertai dengan keluhan:

  • Gatal di area kewanitaan
  • Nyeri di panggul atau ketika buang air kecil
  • Rasa terbakar di sekitar vagina.

Selain kondisi area kewanitaan, ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko infeksi vagina dan rentan keputihan, seperti:

  • Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan.
  • Ada iritasi di dalam atau sekitar vagina.
  • Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan semprotan air.
  • Menggunakan sabun atau produk feminine hygiene yang mengandung parfum atau pewangi.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi keputihan tidak normal adalah dengan pemeriksaan dokter. Pasalnya, keputihan tidak normal bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya infeksi jamur, infeksi bakteri, maupun kelainan pada organ. Setelah melalui pemeriksaan, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebab keputihan tidak normal.

 

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko keputihan tidak normal:

  1. Bersihkan vagina dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil atau besar, kemudian keringkan.
  2. Basuh/keringkan dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya. Cara ini dilakukan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dari dubur.
  3. Gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan.
  4. Ganti pakaian dalam minimal sekali sehari, setelah berolahraga dan berkeringat.
  5. Hindari menggunakan celana dalam maupun pakaian yang terlalu ketat.
  6. Hindari menggunakan sabun atau produk feminine hygiene yang mengandung parfum dan pewangi, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada vagina.
  7. Jagalah kebersihan vagina selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 3-5 jam sekali.
  8. Tidak berganti pasangan seksual atau menggunakan kondom agar terhindar dari risiko infeksi menular seksual.
  9. Lakukan pemeriksaan kesehatan vagina secara rutin di dokter.

 


1,414 Comments

You must be logged in to leave a comment. Click here to login.